Keris Nagasasra Gajah Mada

 



JUDUL : GAJAH MADA

GENDRE : FANTASI / SEJARAH

Berbagai kisah pertempuran terekam dalam dongeng sejarah. Lidah Nagasasra yang terputus juga mengeluarkan api seperti petir yang sangat dahsyat. Seketika Pulau Jawa menjadi bergoncang dengan hebatnya. Lalu Manggir mengangkat sebuah batu untuk menghancurkan lidah Nagasasra. Namun batu itu hancur berantakan. Sampai akhirnya ia menemukan batu langka dari langit yang ia kumpulkan selama masa pertapaannya ( batu meteor ) dalam sebuah wadah. Barulah seketika itu api yang menyala itu dapat diredam dan batu meteor itupun meleleh.

Lelehan yang kuat itu ditempa oleh Manggir menjadi sebuah senjata bernama keris dan lalu menamai keris tersebut dengan nama Nagasasra.

Kisah penambahan ornamen emas pada keris ini dikisahkan kembali atas permintaan Raja Majapahit. Para Mpu sakti melapisnya di kawah gunung yang sangat panas dan lalu para Mpu sakti menyepuhnya di pinggir pantai. Air laut tempat membersihkan keris ini bergejolak mendidih sehingga Nagasasra mendapatkan gelar baru yang disebut dengan nama Keris Kiai Segara Wedang, yaitu bila diartikan ke Bahasa Indonesia ialah air laut yang bergejolak seperti air panas yang bergelora.

Setelah selesai seluruh prosesi pembuatan pusaka yang berbentuk naga tersebut, lantas disempurnakan kembali oleh Mpu Supa dan menyegelnya agar kekuatan magisnya terkunci. Kemudian keris itu diserahkan pada sang raja terakhir Majapahit. Tak ayal, sang raja sangat bergembira menerima pusaka yang dipesannya tersebut dan lantas menamainya dengan nama lain yaitu bergelar Kiai Nagasasra. Keris Nagasasra yang mempunyai 1.000 sisik emas dan bersabuk intan berlian digunakan untuk meredam seribu bencana dari berbagai penjuru wilayah kerajaan. Sang Raja Majapahit dahulu setelah Hayam Wuruk sering memakainya untuk menakut-nakuti ataupun untuk memadamkan pemberontakan dan serbuan dari Tentara Blambangan. Konon kisahnya Prabu Brawijaya berangkat ke medan perang untuk berhadapan dengan pasukan pemberontak. Namun saat Keris Nagasasra diangkat ke langit, Tentara Blambangan lari kocar kacir sebab mereka sangat tahu tuah mematikan Keris Nagasasra padahal Prabu Brawijaya tidak tahu cara membuka segel magis keris ini.

Ketakutan dari pemberontakan Kerajaan Blambangan tidak berlangsung lama dan dapat diredam hingga Majapahit kembali tenteram. Selain itu masa paceklik lalu berakhir dan beberapa kerajaan bawahan pun kembali tunduk terhadap kekuasaan Majapahit. Warga pun dapat kembali hidup damai dan tentram.

Selama berabad-abad lamanya keris ini menjadi incaran ksatria-ksatria Jawa yang bercita-cita menjadi raja di Tanah Jawa. Selama masa pengoleksiannya keris yang memiliki bilah 13 gelombang ini dihiasi kembali dengan ornamen-ornamen berbahan emas dan berlian. Kekuatan magisnya disegel agar tidak menjadi petaka bagi mereka yang tidak paham cara menggunakannya atau menggunakan keris ini sebagai tujuan jahat.

Kisah dari perjalanan keris ini ke berbagai tangan pemilik selama berabad-abad tertulis dalam beberapa literatur sejarah kitab pararaton nusantara. Pemilik dari trah pertama hingga trah terakhir, bahkan keturunan terakhir Raja Majapahit dikisahkan masih menggunakan keris ini sebagai pelindung negara.

Raja Brawijaya sebagai raja terakhir Majapahit dikisahkan pernah membawa keris ini, namun tidak bisa membuka segel kesaktiannya dikarenakan setelah hilangnya Gajah Mada di Madakaripura para Brahmana istana tidak dapat membuka segel kekuatan magis dari Keris Nagasasra.

Keris Kiai Nagasasra atau Kiai Segara Wedang kembali dicari oleh Gajah Mada tatkala ia memdengar Majapahit telah runtuh dalam peperangan terakhir. Gajah Mada lalu dalam kisah dongeng dikatakan mengangkat kerisnya ke langit untuk meletuskan 7 gunung berapi paling besar di Pulau Jawa. Ke-7 gunung berapi dibuat erupsi secara bersamaan. Lalu Gajah Mada pun mengarahkan semua abunya turun di Istana Majapahit demi melindungi istana dari tangan-tangan penjarah yang hendak menguras seluruh harta istana. Dan Trowulan pun tersembunyi di dasar tanah sehingga tidak ada lagi bekas istana yang terlihat di permukaan. Semuanya ditenggelam dan tersembunyi di bawah tanah. Setelah Ibukota Trowulan tenggelam, Gajah Mada lalu menusuk Keris Nagasasra ke perut bumi sebagai kunci gaib sehingga Istana Majapahit lenyap dan hilang hingga berabad abad lamanya.

Dalam kisah lainnya. Ada juga yang menceritakan ketika Majapahit runtuh, keris itu sempat dibawa ke Keraton Demak oleh Raden Patah. Kemudian ketika Kerajaan Demak runtuh, keris tersebut dibawa oleh Jaka Tingkir yang kemudian menjadi Raja Pajang. Kemudian keris tersebut jatuh lagi ke tangan Penembahan Senopati dan seterusnya keris tersebut berada di bawah penguasaan Raja-raja Mataram dan keturunannya sampai sekarang. Saat ini keris-keris tersebut konon disimpan di Keraton Solo.

Oleh karena kakek itu banyak memahami segala kisah masa lalu keris ini, iapun memgumpulkan kembali ke 7 keturunan Brahmana yang pernah menyegel kekuatan magis keris ini untuk memulai menyegelnya kembali.

"Biarkan keris ini di sini sampai nanti bulan sura sebab keris ini adalah tuah milik Gajah Mada yang hilang di dalam tanah di saat 7 gunung berapi memuntahkan abu panasnya di atas Trowulan."

"Apa yang terjadi jika ternyata sebelum bulan suro belum ada yang mengambilnya?"

"Aku tidak tahu, bencana apa yang akan terjadi! Sebaiknya jangan melakukan apapun, jika tidak kita semua akan mendapatkan dampak mengerikan dari keris ini."

Setelah bulan sura tepat pada malam pertama di saat bulan berada dalam lingkar sempurna. Diadakanlah upacara ritual pengangkatan keris ini dari perut bumi. Acara pengangkatan itu disaksikan oleh Sir Thomas Stamford Raffles yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Jawa. Ia turut hadir dan membiayai pengerukan tanah karena saat ditemukan kondisi di Trowulan merupakan hutan jati yang lebat. Sebagian wilayahnya juga berada di bawah lumpur bekas endapan abu vulkanik yang beberapa meter di bawahnya berisi istana Kota Trowulan yang hilang.

Para keturunan 7 Brahmana berhasil mengangkat tabir magis pelindung Trowulan. Mereka berpesan agar keris itu jangan sampai dibuka. Kalaupun dibuka maka harus ada niat yang besar. Membuka keris dari kumpangnya tanpa niat yang besar hanya akan menghadirkan sebuah bencana besar yang dapat menewaskan ratusan bahkan ribuan nyawa manusia. Oleh karena Gajah Mada dalam penaklukan nusantara tidak pernah sekalipun mengeluarkan keris itu dari kumpangnya kecuali hanya saat ia mengucapkan Sumpah Amukti Palapa dan terakhir ketika meletuskan 7 gunung untuk menyembunyikan Istana Majapahit ke dalam tanah.

Kesaktian keris ini sangat teruji ketika Gajah Mada mengucapkan semua nama negara-negara yang hendak ia taklukkan termasuk Padjajaran. Padahal kala itu Gajah Mada telah berubah pikiran untuk tidak menaklukkan Kerajaan Sunda Padjajaran. Akan tetapi saat Sumpah Palapa Gajah Mada sempat berucap untuk menaklukkan Padjajaran dalam sebuah pertumpahan berdarah. Walaupun akhirnya ia berusaha membatalkan sumpah itu, karena Hayam berniat mempersunting Putri Dyah Pitaloka Citeresmi. Akan tetapi semua telah terjadi, keris itu telah menunaikan permintaan Gajah Mada untuk memerangi Kerajaan Sunda Padjajaran. Pernikahan antara rajanya dan Putri Sunda menjadi pernikahan berdarah yang merenggut ribuan nyawa dan terkenang hingga ratusan tahun lamanya.

Arkeolog membersihkan keris sakti ini. Mereka melakukan screening pada setiap detil keris. Beberapa penemu memang benar-benar memuji setiap detil pahatan serta ukiran yang terdapat pada pangkal dan gagang pedang tersebut yang dihiasi dengan ukiran berbentuk Surya Majapahit. Lambang ini mengambil bentuk matahari bersudut delapan dengan bagian lingkaran di tengah menampilkan dewa-dewa Hindu. lambang ini membentuk diagram kosmologi yang menggambarkan jurai matahari.

Melihat bentuk simbol pada keris membuat arkeolog memang meyakini jika keris inilah yang digunakan Gajah Mada dalam pengucapan Sumpah Amukti Palapa.

------------------------------------------------------------------------

CERITA INI BISA DIBELI PDFNYA VIA http://wa.me/6285654123970 ATAU BISA DIBACA DI SINI

GAJAH MADA - Fatiha

GAJAH MADA

Apa yang membuat Gajah Mada tidak bisa mati, walaupun ia sangat menginginkan kematiannya...

Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah:

https://read.kbm.id/.../cbf07a7a-2937-4b75-8387-fefa72b05c35

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gajah Mada Adalah Jirnnnodhara

Perjalanan Waktu Gajah Mada